esemka

UPTOMOTIVE.WORDPRESS.COM – Esemka yang di nilai siap untuk di pasarkan secara dengan segera tersebut itu kini harus terhalang dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat yakni dalam sistem emisi nya yang mengacu kepada EURO-4.

Euro 4 adalah merupakan sebuah sistem emisi dalam mesin sebuah kendaraan bermotor yang di izinkan oleh pemerintah . Yang di maksud dalam Euro 4 tersebut itu ialah sebuah standar dalam kendaraan bermotor, Euro 4 sendiri mengacu kepada untuk mengurangi emisi yang dihasilkan dari sebuah kendaraan bermotor yakni karbon dioksida (CO2) , karbon monoksida (CO) , nitrogen oksida (NOx), volatile hydro carbon (VHC), juga serta beberapa partikel partikel atom lainnya yang dapat memberikan dampak negatif kepada manusia serta udara.

Oleh sebab itu jugalah yang pada akhirnya harus membuat pihak dari produsen Esemka sendiri terhambat produksi nya, hal tersebut dikarenakan Esemka sendiri masih mengacu kepada standar dari emisi Euro 2. Sedangkan jika menurut dari beberapa ahli yang telah berhasil di wawancarai oleh salah satu jurnalis kami menyebutkan bahwasanya Euro 2 sudah sejak lama tidak lagi dipakai, sedangkan untuk EURO 4 adalah merupakan sebuah standarisasi dari emisi yang merupakan paling rendah di gunakan jika ingin memproduksi sebuah kendaraan bermotor baik secara massal maupun secara individual.

Maka dari itu jugalah, yang pada akhirnya membuat pihak dari Esemka itu sendiri pun tengah berupaya keras dan serta merta agar dapat dengan segera memasuki masa produksi unit nya. Pihak dari Esemka itu sendiri tengah mencoba berbagai cara untuk dapat membuat agar Esemka itu sendiri dapat segera lulus uji emisi EURO 4.

Perihal mengenai mengapa dan kenapa Esemka tidak dapat melanjutkan produksi nya tersebut itu, menurut kabar nya dengan secara langsung di hentikan dari direktorat ke Industri Maritim, Alat Transportasi, & Alat Pertahanan Kementerian dan  Perindustrian dengan atas izin dari Peraturan Menteri LHK.

Menurut sang direktur tersebut itu menyebutkan bahwasanya, pihak Esemka sendiri tentunya sudah harus punya back-up plan yang matang untuk dapat menghadapi masalah seperti ini.

Advertisements